status hukum kepemilikan apartemen

Dalam membeli apartemen, bukan hanya memperhitungkan budget yang Anda miliki atau lokasi apartemen. Yang perlu diperhatikan juga adalah mempertimbangkan status hukum kepemilikan apartemen atau jenis sertifikat apartemen yang berhak Anda dapatkan. Status hukum kepemilikan apartemen jangan dianggap remeh. Maka dari itu, Anda harus memiliki pengetahuan mendalam tentang status hukum kepemilikan apartemen supaya tidak tertipu oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dan menyesal di kemudian hari, karena Anda kurang teliti terkait status hukum kepemilikan apartemen.

Khusus untuk apartemen, masih ada sebagian orang yang kurang memahami aspek status hukum kepemilikan apartemen dengan konsep strata title yang berbeda dengan hak milik pada rumah biasa di atas tanah (landed house).

Pada umumnya ada 4 pihak kepemilikan yang biasa dikenal oleh pengembang maupun pemilik rumah atau apartemen, yaitu hak milik, HGB, HPL, dan strata title.

Berikut beberapa jenis hak kepemilikan tanah dan bangunan di Indonesia.

1. Hak Milik

Hak milik berdasarkan pasal 20 ayat 1 Undang-undang Pokok Agraria adalah hak turun temurun, terpenuh, dan terkuat yang bisa dipenuhi seseorang atas tanah. Maksud dari turun temurun di sini adalah hak milik atas tanah bisa berlangsung terus selama pemiliknya masih ada (hidup). Bila si pemilik meninggal dunia, hak milik bisa dilanjutkan oleh ahli waris selama masih memenuhi syarat sebagai subyek hak milik. Pemilik sertifikat hak milik sesuai sistem hukum Indonesia sangat kuat. Hanya WNI dan badan hukum yang didirikan menurut hukum Indonesia dan berkedudukan di Indonesia yang bisa memiliki hak milik. Kepemilikannya meliputi bangunan di atas tanah, tanah di halaman rumah, tanah yang berada di bawahnya serta apa yang ada di atas bangunan tersebut.

Baca Juga : Perhatikan Ini Sebelum Menata Peralatan Elektronik untuk Apartemen

2. Hak Guna Bangunan (HGB)

Hak Guna Bangunan (HGB) merupakan hak untuk mendirikan dan memiliki bangunan atas tanah yang bukan miliknya sendiri dalam jangka waktu paling lama 30 tahun dan bisa diperpanjang dalam jangka waktu paling lama 20 tahun. Hanya WNI dan badan hukum yang didirikan menurut hukum Indonesia dan berkedudukan di Indonesia yang bisa memiliki HGB.

3. Hak Pengelolaan Lahan (HPL)

Hak Pengelolaan Lahan (HPL) merupakan suatu hak yang memiliki keterkaitan tentang kewenangan seperti merencanakan peruntukan dan penggunaan tanah yang bersangkutan, menggunakan tanah tersebut guna keperluan pelaksanaan usaha dan menyerahkan bagian-bagian dari tanah itu pada pihak ketiga berdasarkan syarat yang telah ditentukan oleh perusahaan pemegang hak tersebut.

4. Strata Title

Strata Title adalah hak milik atas satuan rumah susun. Strata title juga memiliki pengertian hak kepemilikan bersama terhadap kompleks bangunan yang terdiri dari hak ekslusif atas ruang pribadi sekaligus hak bersama atas ruang publik. Ini memiliki arti, di ruang pribadi (unit apartemen atau rumah susun) pemilik tidak terikat aturan. Sedangkan ketika berada di ruang publik seperti taman, kolam renang, dan fitness centre, penghuni terikat peraturan karena ruang publik juga dimiliki penghuni lain. Konsep dari strata title memisahkan hak terhadap beberapa strata atau tingkatan, yakni terhadap hak atas permukaan tanah, atas bumi di bawah tanah, dan udara di atasnya.

5. Sertifikat Apartemen

Secara umum, bila Anda membeli rumah, Anda akan memiliki hak milik. Tapi berbeda jika Anda membeli apartemen, maka hak kepemilikannya lebih rumit lagi. Dari hasil tanahnya, apartemen termasuk golongan tanah negara, tanah hak milik, dan tanah pengelolaan. Bila apartemen yang Anda beli didirikan di atas tanah negara, maka status pengelolaan oleh pengembang merupakan HGB murni. Namun bila apartemen berdiri di tanah hak milik, maka hak pengelolaan pengembang adalah HGB hak milik. Sementara bila pengembang hanya diberi kewenangan untuk membangun apartemen di tanah pihak ketiga, maka status pengelolaannya menjadi HGB HPL.

Status hukum kepemilikan apartemen adalah Satuan Hak Milik Satuan Rumah Susun (SHMSRS). Tapi perlu diketahui jika SHMSRS tidak memberikan kepastian kepada pemilik unit bahwa tanah apartemen dengan secara otomatis menjadi pemilik unit secara keseluruhan melainkan bergantung pada status tanah yang dimiliki oleh pengembang.

Status hukum kepemilikan apartemen yang paling aman tentu saja bila pengembang memiliki  HGB hak milik. Yang berarti tanah tempat apartemen yang dibangun adalah milik pengembang. Bila pemilik unit juga menjadi pemilik tanah, biasanya harga apartemen tersebut sangat tinggi. Demikianlah hal-hal yang perlu Anda ketahui dalam status hukum kepemilikan apartemen dari Pacific Garden Style semoga bermanfaat ya.

Ketahui Status Hukum Kepemilikan Apartemen

Related posts:

It's only fair to share...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *