KPR BPJS

Kabar gembira bagi Anda yang ingin segera memiliki rumah! Kini, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan menawarkan berbagai kemudahan untuk mewujudkan keinginan tersebut melalui program-program terbarunya. Hal ini jelas diterbitkan oleh Peraturan Menteri Tenaga Kerja (Permenaker) Nomor 35 Tahun 2016, BPJS Ketenagakerjaan meluncurkan beberapa program manfaat layanan tambahan (MLT), fasilitas seperti:

  1. Kredit Pemilikan Rumah (KPR)
  2. Pinjaman uang muka perumahan (PUMP)
  3. Pinjaman renovasi perumahan (PRP)
  4. Kredit konstruksi untuk perusahaan pengembang

Bagi Anda yang berniat membeli rumah pada tahun 2017 nanti dan memiliki kendala biaya, Anda bisa memanfaatkan program BPJS Ketenagakerjaan (BPJS-TK) yang terbaru, yakni Perumahan Pekerja Kerja Sama Bank (PPKSB). Melalui program ini, peserta BPJS Ketenagakerjaan bisa mendapatkan bunga kredit kepemilikan rumah (KPR) yang lebih ringan. Namun, program KPR BPJS ini baru bisa digunakan pada tahun 2017.

Program ini merupakan salah satu Manfaat Layanan Tambahan (MLT) yang diatur dalam Permenaker No 35 tahun 2016, dan diperuntukkan bagi seluruh peserta BPJS Ketenagakerjaan, baik mereka yang masuk dalam kategori Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) ataupun kategori non-MBR. KPR BPJS bekerja sama dengan Bank Tabungan Negara (BTN) dan mengikuti bunga Bank Indonesia Reserve Repo rate. Patokan Besaran Bunga Pembiayaan Rumah dan KPR merujuk pada Bank Indonesia Reserve Repo. Khusus untuk kredit konstruksi perusahaan pengembang (developer), besaran kredit adalah BI RR + 4%. Pinjaman maksimal adalah 80% dari RAB selama 5 tahun.

Baca Juga : Terima Beres, Nikmatnya Tinggal di Apartemen Berfasilitas Lengkap

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto menjelaskan, persyaratan bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan untuk dapat menikmati fasilitas MLT adalah sebagai berikut:

  1. Telah terdaftar aktif minimal selama 1 tahun.
  2. Perusahaan tempat bekerja tertib administrasi dan iuran serta tidak berstatus Perusahaan Daftar Sebagian (PDS) upah maupun tenaga kerja.
  3. Belum memiliki rumah sendiri.
  4. Untuk renovasi rumah, dana dipergunakan hanya diperbolehkan untuk renovasi rumah atas nama pekerja itu sendiri.
  5. Peserta yang mengajukan pinjaman telah lolos verifikasi kredit dari bank penyalur yang bekerja sama.

Peserta BPJS Ketenagakerjaan yang berminat cukup datang ke kantor bank penyalur yang telah bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan dengan membawa dokumen pengajuan permohonan kredit yang dibutuhkan. Setelah proses kelayakan kredit KPR BPJS selesai, bank penyalur akan mengkonfirmasi kepada BPJS Ketenagakerjaan tentang status kepesertaan peserta. Untuk lebih jelasnya, berikut tahap demi tahap pengajuan KPR BJPS yang perlu dilakukan:

  1. Peserta mengajukan fasilitas KPR, PUMP atau PRP ke bank kerjasama (saat ini masih BTN), dengan menyertakan copy bukti kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan
  2. Bank kerjasama akan melakukan verifikasi dan BI Checking. Pastikan Anda tidak masuk ke dalam blacklist BI agar permohonan kredit bisa disetujui,
  3. Setelah melewati verifikasi awal, bank kerjasama akan melanjutkan permohonan kredit tersebut ke Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan untuk dilakukan verifikasi kepesertaan.
  4. Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan akan mengirim formulir persetujuan kepada bank kerjasama untuk kemudian diproses/ditolak, sesuai dengan hasil verifikasi kepesertaan yang akan dikonfirmasikan oleh bank kerjasama kepada peserta yang mengajukan kredit.
Tips Memperoleh KPR dari BPJS Ketenagakerjaan

Related posts:

It's only fair to share...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *